Kamis, 28 September 2017

Tips Mengurus Klaim Asuransi Anda


Free Automatic Link
Sumber Gambar: www.cermati.com

Bicara tentang asuransi di Indonesia, sekarang ini masyarakat semakin sadar pentingnya memiliki polis asuransi, baik itu polis asuransi jiwa, kerugian, kebakaran, dll. Meskipun situasi dan kondisi ekonomi lesu misalnya, trend pembeli asuransi semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Meskipun demikian, tidak sedikit juga  masyarakat yang masih alergi ketika mendengar kata asuransi. Contohnya, salah satu dari sekian banyak pengalaman kami ketika mengedukasi teman-teman kami seputar asuransi jiwa. Saat kami hendak menjelaskan pentingnya beransuransi kepada satu keluarga, teman kami, tanpa basa-basi, ia langsung menolak diberi penjelasan. Setelah kami tanyakan kenapa menolak penjelasan tentang asuransi? “Ia bertutur: Kami tidak percaya lagi dengan asuransi. Klaim asuransi kami dipersulit. Kekurangan dokumen inilah, itulah. Diawal-awal agennya manis-manis, setelah ada klaim, agennya malah tidak mau membantu kami.”

Memang benar adanya cerita teman kami ini, masih banyak agen-agen asuransi nakal yang merajalela. Tetapi bukan berarti semua agen seperti itu ya! Banyak  kok agen asuransi yang professional, yang tujuannya berkarir di asuransi adalah untuk membantu masyarakat memiliki polis asuransi dan setia membantu nasabahnya ketika terjadi klaim, walaupun  terkadang mereka harus mengorbankan waktu, pikiran, tenaga dan materi untuk mengurus klaim nasabahnya. Sudah sepantasnya profesi sebagai agen asuransi apalagi agen asuransi jiwa sebagai pekerjaan mulia.

Nah, terkait dengan pengurusan klaim asuransi, disini kami mau berbagi kepada Anda tips mengurus klaim asuransi Anda:
1.Komunikasi yang baik harus dibangun antara nasabah dengan perusahaan asuransi. Saat mengurus klaim, pastikan data yang dibutuhkan lengkap. Pada saat Anda menghubungi pihak asuransi, akan ada beberapa pertanyaan yang akan diajukan oleh pihak asuransi. Pertanyaan yang akan diajukan seputar polis dan keikut sertaan si nasabah. Jadi penting bagi Anda mengetahui isi polis dan informasi mengenai keikut sertaan nasabah.

2. Setelah menghubungi pihak asuransi Anda akan diberi formulir klaim asuransi, atau yang biasa disebut formulir “Pernyataan Klaim” . Isi formulir dengan lengkap dan jelas.

3. Sebelum anda menyerahkan formulir “Pernyataan Klaim” tadi, lengkapi dengan berkas-berkas yang menjadi persyaratan pengajuan klaim.

4. Jika semua bukti dan persyaratan klaim sudah lengkap perusahaan asuransi akan mulai memverifikasi, menganalisa ,dan memproses klaim asuransi, perusahaan asuransi akan mengulas kembali polis asuransi nasabah apakah masih aktif atau tidak, kemudian data diri tertanggung, dan juga informasi mengenai tertanggung.


5. Setelah pengajuan klaim asuransi jiwa dinilai sah dan benar maka perusahaan asuransi akan melakukan perhitungan tentang pembayaran kewajibannya kepada tertanggung atau ahli waris tertanggung yang namanya sudah tercantum dalam polis asuransi.


6. Puncak dari proses pengajuan klaim adalah pembayaran klaim asuransi. Informasikan rekening bank yang akan digunakan sebagai wadah tempat dikirimkannya dana klaim, gunakan rekening pribadi Anda agar tidak terjadi kekeliruan terhadap ahli waris dan orang lain diluar nama yang tertera dalam polis asuransi. Perlu ketelitian dan kesabaran dalam hal melakukan klaim asuransi ini, karena uang dengan nominal Rp 1 Miliar atau lebih bisa menjadi perkara yang luas, jadi jangan sampai Anda merugi akibat kesalahan kecil pada saat proses klaim.


Demikian tips mengurus klaim asuransi yang dapat kami bagikan untuk Anda. Namun kurang lengkap juga tips ini tanpa Anda tahu apa saja yang harus dipersiapkan saat mengurus klaim asuransi baik dengan ataupun tanpa bantuan agen Anda. Di bawah ini, kami sediakan link syarat-pengurusan klaim asuransi  beberapa perusahaan asuransi:

Perusahaan Asuransi
Link
Central Asia Raya
Manulife
Prudential
Generalli

Allianz Life
Cigna Life
Sun Life
 FWD Life
Commonwealth Life
MNC Life

Temukan tips & solusi dalam mengelola polis asuransi Anda dengan baik dengan klik disini.

Selasa, 26 September 2017

Kerja Cerdas Untuk Membangun Asset Bebas Finansial

Video ini bercerita tentang dua orang sahabat yang sangat menginspirasi. Please check it out ya !!!


Video yang sangat menginspirasi, bukan? Apa pesan moral dari cerita ini?
Siapakah Anda? Bruno - si pembawa ember yang membarter waktu untuk mendapatkan uang? atau Pablo - si pembuat pipa yang menciptakan sistem untuk menggantikannya saat tidak bisa membarterkan waktu untuk mendapatkan uang?

Bagaimana dengan Anda? Anda mau apa kalau besok penghasilan Anda terhenti? Apa yang terjadi kalau Anda dipecat? Apa yang terjadi kalau Anda sakit/cacat sehingga tidak bisa bawa ember lagi? Bagaimana seandainya kalau perawatan kesehatan yang mendadak yang harus Anda jalani menghabiskan uang tabungan Anda? Apa yang terjadi jika uang tabungan Anda itu langsung menguap dalam semalam? Kalau penghasilan Anda berhenti, berapa lama Anda bisa membayar cicilan rumah, mobil, sekolah anak? 1 tahun, 6 bulan, 3 bulan atau 3 minggu? Apapun pekerjaan Anda, bekerja sebagai penyapu jalan, bekerja di kantor, punya jabatan tinggi, pemilik toko, seorang professional di bidang tertentu, tetap saja Anda membarterkan satuan waktu dengan satuan uang. Apakah Anda akan aman?

Satu-satunya cara untuk menciptakan keamanan sesungguhnya adalah dengan membangun saluran pipa seperti Pablo. Dengan membangun saluran pipa, Anda hanya akan bekerja sekali saja, capeknya sekali saja tapi Anda akan dibayar terus-menerus. Saluran pipa ini akan memberikan penghasilan walaupun Anda sedang tidur, ataupun sedang main. Penghasilan ini juga akan terus Anda peroleh setelah Anda pensiun, pada saat Anda sedang sakit atau cacat maupun dalam keadaan darurat. Inilah yang disebut dengan penghasilan passive. Anda tahu saat ini kami sedang membangun saluran pipa yang akan memberikan Anda penghasilan passive. Mau tau caranya? Klik link ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.    

Silahkan like dan share video ini kepada orang-orang yang Anda kasihi. Semoga bermanfaat :)

Tonton juga: Video Investasi Reksadana (Jenis Investasi untuk Pemula)

Senin, 25 September 2017

Tips Menjadi Milyader dalam Karir Asuransi Anda

Berkarir di bidang asuransi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia sering dianggap sebagai pekerjaan yang kurang bergengsi. Padahal karir yang ditawarkan dalam dunia asuransi sangatlah menggiurkan. Ya, memang butuh perjuangan dan kerja keras untuk dapat mencapai posisi puncak dengan penghasilan ratusan juta rupiah. Namun, tidak ada yang mustahil di mata Tuhan. Manusia diberikan kemampuan yang tidak terbatas oleh Tuhan untuk mengeksplorasi diri semaksimal mungkin untuk menjadi sukses. Nah, artikel ini akan menyuguhkan “24 Prinsip Milyader Yang Mencerahkan” oleh Bapak Tung Desem Waringin, motivator terkenal di Indonesia.

Lalu, apa saja prinsip-prinsip tersebut? 

Prinsip pertama: Selalu Mempunyai Nilai Tambah
Prinsip ke-2: Menggunakan Faktor Kali
Prinsip ke-3: Peluang Ada Dimana-mana
Prinsip ke-4: Be, Do & Have
Prinsip ke-5: Belajar Bukan Menyalahkan
Prinsip ke-6: Alam Semesta itu Melimpah, Tidak Ada Kekurangan Selain di Pikiran Kita Sendiri
Prinsip ke-7: Memberi Pasti Menerima
Prinsip ke-8: Win-Win
Prinsip ke-9: Open Mind atau Terbuka
Prinsip ke-10: Kata-kata Berkuasa
Prinsip ke-11: Anda adalah Kekayaan Anda
Prinsip ke-12: Kekayaan adalah Kebebasan
Prinsip ke-13: Segala Sesuatu Dimulai dari Impian
Prinsip ke-14: Kejelasan adalah Kekuatan
Prinsip ke-15: Pilih yang Menghasilkan, Pilih yang Disukai, Pilih yang Paling Mudah
Prinsip ke-16: Imajinasi Lebih Unggul dari Kemauan
Prinsip ke-17: Pertanyaan yang Benar Punya Jawaban yang Benar
Prinsip ke-18: Apapun yang Terjadi di Dunia Ini Tidak Ada Artinya Sampai Kita Memberi Arti
Prinsip ke-20: Thought Become Things
Prinsip ke-21: Ketoklah Maka Pintu akan Dibukakan
Prinsip ke-22: Berbagi Artinya Memiliki Lebih
Prinsip ke-23: Tidak Nyaman Berarti Kita Sedang Tumbuh
Prinsip ke-24: Terus Belajar, Berkontribusi untuk Negara dan untuk Alam Semesta 

Nah, mau tau detail “24 Prinsip Milyader Yang Mencerahkan” untuk mendukung karir asuransi Anda. Silahkan berlangganan secara GRATIS dengan klik disini.

5 Teknik Closing dalam Asuransi


Setiap agen asuransi pasti ingin ahli dalam closing. Anda juga kan? Karena tanpa closing, insentif atau bonus tidak akan keluar. Closing ibarat mencetak gol dalam sebuah permainan sepak bola. Tanpa mencetak gol, maka Anda tidak akan menang. Namun, mencetak gol bukanlah bim salabim. Ada langkah-langkah yang harus Anda lewati. Harus ada operan-operan yang manis. Anda harus bisa melewati pertahanan lawan, posisi Anda sebagai penyerang juga harus tepat. Semua strategi harus diatur dengan baik.

Berikut 5 teknik closing dalam asuransi:
  1. Jangan tawarkan produk asuransi, tapi tanyakan kebutuhannya. Setelah tahu kebutuhan baru tawarkan manfaat asuransi. Bukan produk tapi manfaat. 50% pembicaraan Anda di awal haruslah bicara tentang manfaat asuransi apakah tentang dana pendidikan, kesehatan, jaminan pensiun, dll. Semuanya kembali tergantung kebutuhan calon nasabah.
  2. Jangan menjadi sales, tapi jadilah sahabat untuk calon nasabah Anda. Sahabat yang baik akan bilang hal yang buruk dan baik apa adanya. Jangan khawatir membicarakan keburukan produk Anda. Justru itu sangat manusiawi.
  3. Terima semua keberatan calon nasabah Anda sementara. Iya kan terlebih dahulu, jangan dibantah atau didebat. Tanyakan apa lagi keberatannya. Sekali lagi jadilah pendengar yang baik.
  4. Tanyakan apa yang akan dia lakukan setelah transaksi ini terjadi. Lho, kan dia belum pasti beli? Dengan menanyakan apa yang akan terjadi seandainya dia beli, itu sudah membuat calon nasabah Anda berpikir sekian detik jika dia membeli. Dan itu mempengaruhi dia untuk mau membeli. Sensasi membayangkan yang begitu kuat.
  5. Tetapkan batas waktu closing. Jangan bertele-tele. Lakukan closing maksimal 30 menit. Jika tidak closing, tanyakan lagi kendalanya. Tambah lagi maksimal 30 menit. Jika belum closing buat janji lagi berikutnya.
Closing penjualan polis asuransi tidak selalu harus dalam 1x pertemuan. Kadang butuh kesabaran, konsistensi dan persistensi Anda. Namun, kalau bisa closing dalam 1x pertemuan, kenapa tidak?

Jika Anda menyukai artikel ini, silahkan share kepada teman-teman Anda. Semoga artikel ini dapat menginspirasi Anda untuk melakukan closing penjualan asuransi. 

Kiat Sukses Mencetak Omset 900 Juta per Bulan

Semua orang yang memiliki usaha pasti ingin mendapatkan omset jutaan rupiah per bulan, apalagi sampai 900 Juta/bulan. Mungkin? Mungkin saja. Bagaimana kiat sukses-nya?
Jika Anda menginginkan omset Rp 900.000.000,- / bulan, anggaplah 1 bulan = 30 hari. Jadi, omset Anda per hari adalah Rp 30.000.000,-. Ada 5 cara untuk bisa mencapai omset Rp 30 juta/hari. Check it out !

Cara pertama:
Jual 1 barang senilai Rp 30 juta/hari - sepeda motor
Cara kedua:
Jual 10 barang senilai Rp 3 juta/hari - handphone
Cara ketiga:
Jual 100 barang senilai Rp 300 ribu/hari - tas
Cara keempat:
Jual 1000 barang senilai Rp 30 ribu/hari - kaos oblong

Cara kelima:
Jual 10.000 barang senilai Rp 3 ribu/hari - air mineral botol


 Sebuah toko kelontong yang paling laris pun paling mampu menghasilkan omset Rp 1.000.000,- /hari dengan total air mineral botol yang terjual sebanyak 300 botol, itupun tidak terjadi setiap hari. Seorang salesman sepeda motor pun jarang sekali bisa menjual sepeda motor 1 unit per hari. Jadi, untuk mencetak omset Rp 300.000.000/bulan itu tidak mungkin dilakukan sendiri. Lalu, bagaimana caranya? Caranya adalah dengan melakukan duplikasi. Anda harus memiliki team yang mampu menduplikasi pekerjaaan Anda setiap harinya. Dalam 1 hari Anda bisa bekerja 8 jam saja, dan menghasilkan Rp 1.000.000/hari namun jika Anda melakukan duplikasi dan memiliki 30 orang di dalam tim Anda, maka 29 orang itu akan mampu membantu Anda untuk menghasilkan Rp 30.000.000,- /hari bahkan lebih dari itu.



 Mau tau peluang bisnis konkret untuk dapat mencetak omset ratusan juta per bulan? Silahkan klik disini dan ikuti langkah-langkahnya. 







 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates